Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 07 Juni 2023

5 Rekomendasi Film untuk Belajar Bahasa Inggris


Era globalisasi membuat kemampuan berbahasa Inggris semakin penting. Banyak orang yang menyadari bahwa menguasai bahasa internasional ini memberikan banyak manfaat, mulai dari kesempatan kerja yang lebih baik hingga kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai budaya.




Salah satu cara yang efektif dan menyenangkan untuk belajar bahasa Inggris adalah dengan menggunakan film. Selain sebagai hiburan, film juga dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran.

Belajar bahasa Inggris melalui film tidak hanya meningkatkan pemahaman kosakata dan tata bahasa, tetapi juga memperkaya kosakata sehari-hari dan memperluas pemahaman tentang budaya berbahasa Inggris.

Salah satu alasan mengapa film efektif dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah karena kemampuannya untuk menampilkan pengucapan yang autentik. Dalam film, penonton dapat mendengar berbagai aksen, intonasi, dan frase yang digunakan dalam kehidupan nyata.

Ini membantu dalam melatih pendengaran dan memahami bahasa Inggris dalam konteks yang lebih alami.

Selain itu, film juga menyediakan akses ke berbagai jenis bahasa Inggris, baik itu aksen Amerika, Inggris, Australia, atau bahkan bahasa Inggris non-native.

Ini memungkinkan pembelajar untuk terbiasa mendengarkan berbagai variasi dalam bahasa Inggris, yang akan memperkaya kecakapan mereka dalam berbicara dan mendengar.

Melansir lembaga bimbingan bahasa Inggris Titik Nol English, berikut 5 rekomendasi film yang cocok digunakan untuk belajar bahasa Inggris.


5 Rekomendasi Film untuk Belajar Bahasa Inggris Bagi Pemula


1. Toy Story

Film ini sudah tidak asing dikalangan masyarakat, Toy Story mengisahkan cerita petualangan para mainan milik Andy.

Film ini berisi percakapan ringan dengan banyak kosakata sederhana, hal ini sangat pas untuk belajar bahasa Inggris dan meningkatkan kemampuan listening, karena pelafalan dalam film Toy Story cukup jelas untuk didengarkan.


2. The Social Network

Film yang terinspirasi melalui kisah awal pendirian Facebook ini memiliki berbagai macam istilah teknologi dalam bahasa Inggris yang bisa dipahami definisinya dengan melihat kamus.

Selain itu, para aktor juga menggunakan bahasa Inggris sehari-hari yang pas untuk belajar bahasa Inggris.

Film ini juga sangat cocok bagi kamu yang tertarik di dunia teknologi dan memiliki impian untuk bekerja di startup.





3. The Sound of Music

Film musikal satu ini membuat kamu bisa belajar bahasa Inggris dengan menyenangkan. Film ini menggunakan aksen Amerika, setiap pemeran berbicara menggunakan bahasa formal dengan artikulasi yang jelas.

Sehingga, tidak perlu khawatir untuk kesusahan menangkap percakapan yang ada di film ini, memudahkan kamu untuk belajar dan memahami bahasa Inggris.


4. Cast Away

Salah satu sinema yang unik di mana hanya dibintangi satu aktor saja, yaitu Chuck Noland. Keseluruhan film ini berisi monolog dengan pace lambat yang membuat kamu bisa belajar melatih pelafalan dan listening lebih mudah daripada film lainnya.


5. To All The Boys I've Loved Before

Film ini merupakan rekomendasi belajar bahasa Inggris yang menghibur. Menggunakan latar belakang kehidupan SMA di Amerika, bahasa yang digunakan adalah bahasa anak muda di Amerika sehari-hari, dilengkapi dengan berbagai slang.

Melalui film ini, kamu bisa menambah bendahara kosakata bahasa Inggris gaul yang bisa dipelajari.



Dengan memanfaatkan film sebagai media pembelajaran, belajar bahasa Inggris tidak lagi terasa membosankan.

Sinopsis Film Kutukan Sembilan Setan, Tayang di Bioskop 8 Juni 2023

 


Verdy (Fandy Christian), Lia (Denira Wiraguna), Devon (Ajil Ditto), Miko (Joshua Suherman) dan Sarah (Frislly Herlind) adalah sahabat yang sama-sama suka traveling. Suatu hari, mereka sepakat untuk liburan panjang selama lima hari di kawasan Gunung Bromo dan memutuskan menyewa villa yang dilihat dari website.

Setibanya di lokasi villa, ternyata wujud villanya tidak sesuai dengan iklan. Villanya ternyata bernuansa sangat jadul (jaman dulu) dan tidak terawat bahkan tampak dari luar cukup menyeramkan. 


Benar saja, sejak hari pertama menginap di villa tersebut mereka mendapatkan teror dan misteri yang diluar nalar akal manusia. Mereka sering kali melihat penampakan hantu Belanda. Banyaknya setan yang mengganggu di villa tersebut, membuat kelima sahabat ini bertengkar antar mereka karena selisih pendapat. Ada yang ingin ganti villa dan pulang, dan ada yang mempertahankan menginap karena hanya beberapa hari saja. 


Siapakah pria, perempuan dan anak gadis keturunan Belanda itu? Kenapa mereka selalu muncul di dalam villa itu? Dan siapa perempuan tua renta yang juga selalu ada Bersama pria dan perempuan Belanda itu? Ada hubungan apa diantara mereka? Ada misteri apa dibalik semua itu?


Proyek ini dirancang setelah mendengar kisah nyata Very Barus bersama tiga temannya yang mengalami sendiri kejadian-kejadian aneh dan menyeramkan saat melaksanakan traveling dan naik ke puncak Gunung Bromo. Kemudian kisah nyata ini, kami diskusikan dan akhirnya dikembangkan bersama Tisa TS sebagai supervisi skenario dan menghasilkan naskah skenario yang kami anggap final untuk dilanjutkan ke proses produksi atau shooting. 


Proses produksi Film ini terhenti 2 kali proses shooting karena covid-19 saat itu sangat merajalela dan tidak bisa dihindari, namun Puji Tuhan akhirnya proses itu dapat kami lalui bersama dan menyelesaikan film ini dengan baik.


Proses diskusi yang enak dan menyenangkan bersama Sutradara Arie Azis, telah menghasilkan produk yang kami anggap baik untuk disajikan kepada penikmat film horor di Indonesia. Film ini menjadi sesuatu yang fresh karena terdapat sisi adventure dan humor yang cukup kental, disamping misteri dan kengerian dalam adegan demi adegan yang disajikan.


Harapan saya sebagai Produser, bahwa film horor KUTUKAN SEMBILAN SETAN dapat dinikmati atau ditonton secara luas di bioskop serta dapat diterima oleh penonton dan disukai sebagai tontonan yang menghibur namun syarat akan makna. Dan ini menjadi momen comebacknya Arie Azis dalam menyutradarai film horor layar lebar setelah mencetak box office film horor berjudul Suster Ngesot yang meraup penonton hampir 1 juta di bioskop. (*)

Senin, 05 Juni 2023

Spider-Man hingga Spirit Doll, Rekomendasi Film Akhir Pekan yang Paling Diminati


Rekomendasi film akhir pekan kali ini mulai dari Spiderman hingga horor Tanah Air masih menjadi yang paling banyak dicari.

Menonton Film di bioskop tentu sangatlah menyenangkan, terlebih jika dilakukan pada akhir pekan setelah penat bekerja selama seminggu penuh.



Jika Anda berencana untuk menghabiskan akhir pekan dengan menonton film di bioskop, berikut adalah beberapa film terbaik yang telah dirangkum.


Spider-Man: Across the Spider-Verse

Film berdurasi 140 menit ini menampilkan aksi heroik Shameik Moore, Hailee Steinfeld, Oscar Isaac, Jake Johnson, Issa Rae, Brian Tyree Henry, Luna Lauren Velez, Rachel Dratch.

Kisah dimulai ketika Miles Morales (Shameik Moore) melintasi dunia Multiverse, di mana dia bertemu dengan tim Spider-Man lain. Saat para pahlawan saling berselisih tentang cara menangani ancaman, Miles kini harus menemukan kembali apa artinya menjadi seorang pahlawan.


Spirit Doll

Setelah bangkit dari tekanan mental pasca perceraian yang disebabkan perselingkuhan DARIUS ditambah kecelakaan yang merenggut nyawa putrinya, Embun. Dara Lazuardi, aktris yang dikenal sebagai ratu horror kembali ke panggung hiburan, lewat film terbarunya Boneka Arwah. Suatu hari, Boneka yang digunakan dalam Film Boneka Arwah muncul di depan rumah Dara.

Meski awalnya berkesan ganjil, Dara merasakan sosok Embun lewat boneka tersebut. Dara memperlakukan boneka tersebut seperti anaknya sendiri, sebagaimana yang dilakukan mereka yang memelihara spirit doll. Seiring dengan itu, teror demi teror menghantui orang-orang yang berusaha menyadarkan Dara dari kegilaannya. Film berdurasi 86 menit ini diperankan oleh Anya Geraldine, Samuel Rizal, Elina Joerg, Anantya Rezky, Anette Edoarda.


Zara Hatke Zara Bachke

Film dengan drama komedi yang menyentuh hati di kota Indore (MP), berfokus pada kehidupan pasangan muda kelas menengah India, walaupun mereka sangat saling mencintai, mereka menghadapi fase sulit dalam hubungan mereka dan

memutuskan untuk bercerai.

Kisah ini mengikuti perjalanan mereka saat mereka menjalani naik turunnya hubungan mereka dan

berbagai tantangan yang menghadang mereka. Melalui narasi yang lucu dan menarik, film ini mengeksplorasi perjalanan pasangan tersebut, dengan melibatkan keluarga mereka.

Film berdurasi 132 menit ini menampilkan Vicky Kaushal, Sara Ali Khan, Sharib Hashmi, Sushmita Mukherjee, Neeraj Sood, Inaamulhaq, Meghna Agarwal.


The Little Mermaid

Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu bersama si kecil, coba dengan menonton film bertemakan anak-anak. The Little Mermaid berdurasi 135 menit dan dikhususkan untuk kategori SU atau semua umur.

The Little Mermaid menceritakan tentang Ariel (Hailey Bailey) yang merupakan seorang putri duyung anak dari Raja Triton (Javier Bardem), penguasa kerajaan bawah laut. Ariel yang penasaran dengan dunia manusia akhirnya jatuh cinta dengan pangeran Eric (Jonah Hauer-King). Keduanya bertemu saat Ariel menyelamatkan sang pangeran dari kapal yang tenggelam.


Fast X

Musuh dari masa lalu kini menghampiri Dom (Vin Diesel) dan keluarganya. Dante (Jason Momoa) putra gembong narkoba Hernan Reyes (Joaquim de Almeida) yang dihancurkan Dom dan kelompoknya di seri kelima kini datang dan berusaha balas dendam atas kematian sang ayah.

Seperti yang diketahui, Fast X merupakan kelanjutan dari serial Fast and Furios. Memasuki tahun ke sepuluh, Vin Diesel, Michelle Rodriguez dan kawan-kawan masih menyajikan petualangan seru dalam berkendara. Film berdurasi 141 menit ini sudah dapat disaksikan di seluruh bioskop tanah air.



Editor : qiuslot88.net


Minggu, 04 Juni 2023

Dari Film Lokal hingga Mancanegara, Ini 6 Rekomendasi Film Bioskop di Bulan Juni

 


Memasuki bulan Juni layar bioskop tanah air dihiasi film lokal hingga mancanegara. Ada banyak pilihan film yang bisa dinikmati pencinta film layar lebar.

REKOMENDASI FILM BULAN JUNI

Berbagai genre film dari superhero, action, komedi dan drama semua ada. Berikut ini rekomendasi film bioskop yang mungkin bisa menjadi pilihan untuk ditonton.


Detektif Jaga Jarak

Film Detektif Jaga Jarak bergenre komedi yang mengangkat isu mengenai perselingkuhan. Film ini dibintangi oleh Marthino Lio, Bimasena, Totos Rasiti dan Hana Malasan. Mulai tayang sejak 1 Juni 2023.


Spider-Man: Across the Spider-Verse

Bulan Juni akan diawali oleh film animasi superhero dari Marvel, Columbia Pictures, dan Sony Pictures. Sukses dengan film pertamanya yang mendapat penghargaan film animasi terbaik pada Oscar dan Golden Globes, sosok Spider-Man bernama Miles Morales kembali hadir

dengan judul keduanya, Spider-Man: Across the Spider-Verse.

Film yang disutradarai oleh Joaquim Dos Santos ini akan kembali menceritakan keseruan Miles Morales sebagai Spider-Man dan kali ini ia akan bertemu dengan Spider-Woman pada 2 Juni 2023.


Transformers: Rise of The Beasts

Franchise film robot dari luar angkasa yang bisa berubah menjadi kendaraan ini akan kembali hadir di bioskop untuk petualangan selanjutnya. Berlatar satu dekade setelah film Bumblebee, film yang disutradarai oleh Steven Caple Jr ini akan kembali memperlihatkan efek animasi 3D yang akan memukau penonton. Aksi para robot luar angkasa ini dapat disaksikan pada tanggal 9 Juni 2023.


Onde Mande!

Di tengah ramainya film hollywood di bioskop, pada bulan Juni hadir sebuah film komedi keluarga yang berasal dari daerah Minang, Onde Mande!. Disutradarai oleh sineas berdarah Minang juga, Paul Fauzan Agusta, film ini menceritakan tentang seseorang bernama Angku Wan yang memenangkan sebuah sayembara untuk membangun desanya, namun ia meninggal dunia sebelum mengklaim hadiahnya.

Demi mendapatkan hadiah sayembara senilai 2 Miliar dari perusahaan sabun, warga desa yang tinggal di tepi Danau Maninjau, Sumatera Barat menyusun rencana besar. Dinamika dari kehidupan bertetangga khas Minang akan sangat kental di film ini dan Onde Mande! sekaligus menjadi angin segar di tengah banyaknya film horor Indonesia, bisa disaksikan di bioskop pada 22 Juni 2023.


Indiana Jones and the Dial of Destiny

Berselang 15 tahun dari film sebelumnya, pada tahun ini Harrison Ford akan kembali memerankan karakter Indiana Jones di film kelimanya. Kali ini giliran sutradara James Mangold yang akan menahkodai film terbaru dari Indiana Jones tahun ini. Selain Harrison Ford, film ini akan diramaikan juga oleh Mads Mikkelsen, Antonio Banderas, dan bintang-bintang lainnya.

Pada 30 Juni 2023 nanti, kita bisa menyaksikan keseruan dari petualangan baru Indiana Jones.


The Flash

Berulang kali ditunda, akhirnya kepastian tayang dari film The Flash menemui titik cerah. Pada 16 Juni 2023 ini, Ezra Miller sebagai Barry Allen akan menemui para penonton di layar bioskop.


Bercerita tentang Barry Allen yang kembali ke masa lalu untuk menyelamatkan orang tuanya, film yang disutradarai oleh Andy Muschietti ini juga akan memperlihatkan Batman versi Michael Keaton dan juga Supergirl seperti yang terlihat pada trailernya.***

Sabtu, 03 Juni 2023

5 Rekomendasi Film Horor yang Cocok Untuk Uji Mental, Ada yang Berani Nonton?

 


Film dengan genre horror memang banyak digemari oleh para penggemar film yang mengangkat kisah dengan genre tersebut.

Tak sedikit kalangan yang sangat suka menonton film-film bergenre horror dengan alasan sebagai media uji mental.

Dengan menonton film horor, mereka yang menyukai karya audio visual dengan genre ini merasa tertantang dan sengaja menguji mental mereka.

Orang-orang yang menyukai film bergenre horor merasa bahwa hal itu menjadi healing tersendiri dalam menguji mental mereka, dengan bantuan film yang bisa ditonton lewat layar kaca.

Dirangkum Radarlampung.co.id dari berbagai sumber pada Jumat, 2 Juni 2023, berikut ini merupakan rekomendasi film bergenre horror populer yang cocok ditonton sebagai media uji mental.

Bagi yang tidak berani disarankan untuk tidak menontonnya yaa sobat.


1. The VVitch

Tayang perdana pada pertengahan bulan Februari 2016 lalu, film The VVitch atau The Witch ini menjadi debut sutradara Robert Eggers.

The VVitch  menjadi film horror yang dibintangi oleh Anya Taylor-Joy, Ralph Ineson, Kate Dikckie, Harvey Scrimshaw, dan Ellie Grainger.

Ada juga Julian Richings, Bathsheba Garnett, Sarah Stephens hingga Wahab Chaudhry.

Film The VVitch menceritakan tentang kisah sebuah keluarga yang harus keluar dari desa disebabkan masalah kepercayaan.

Itu adalah keluarga William. Mereka harus pergi dari desa karena perbedaan kepercayaan dengan penduduk desa yang lain.

Keluarga William sebenarnya dikenal sebagai keluarha yang religious, setiap kegiatan yang dilakukan oleh anggota keluarga selalu menyertakan nama Tuhan.

Alih-alih hidup dalam ketenangan setelah pergi dari desa, keluarga ini justru menghadapi terror yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Keluarga William harus menghadapi terror yang membuat seluruh anggota keluarganya kebingungan karena hidup mereka terancam.

Ancaman yang datang dimulai dari peristiwa hilangnya putra bungsu di keluarga William.

Samuel, bayi yang merupakan putra bungsu keluarga William mendadak hilang dari tempatnya.

Usut punya usut, Samuel dibawa oleh sesosok penyihir berjubah merah. Bayi tak berdosa itu meregang nyawa karena dibunuh dan dihancurkan oleh si penyihir.

Satu per satu masalah kembali muncul di dalam kehidupan keluarga William akibat terror yang terus menghantui mereka, sebagai ulah dari penyihir berjubah merah.


2. Pearl

Rilis perdana pada pertengahan bulan September tahun 2022 lalu, film ini menceritakan cerita asli dari Pearl sebelum menjadi pembunuh sadis alias psikopat.

Film ini menceritakan kisah seorang gadis bernama Pearl yang kerap merasa kesepian di peternakan orang tuanya.

Gadis ini memiliki keinginan yang sangat besar untuk bisa menjadi salah satu dari penari di chorus girl.

Namun keinginannya itu harus dibuang jauh dan itu membuatnya merasa tertekan. Parahnya lagi, Pearl nekat membunuh siapa saja yang menghalangi cita-citanya, meskipun itu adalah kedua orang tuanya.

Dalam film Pearl ini, gadis itu menjadi sosok yang penuh kebimbangan sehingga jalan ceritanya sulit ditebak.


3. The Lighthouse

Film The Lighthouse menceritakan tentang betapa tak pentingnya terkait berapa lama waktu yang kita butuhkan, untuk mengenal karakter seseorang.

Tak perlu waktu lama, kita hanya perlu menghabiskan waktu beberapa hari bahkan hanya sekedar beberapa jam saja untuk mengenali karakternya.

Baik dan buruknya karakter seseorang akan muncul dengan sendirinya, jika kita benar-benar memperhatikannya dengan seksama.

Dari situlah kita dapat menilai apakah orang itu layak dijadikan teman atau bisa lebih dari itu.

The Lighthouse mengisahkan dua orang pria dewasa yang ditugaskan untuk menjaga sebuah mercusuar dalam waktu yang cukup lama.

Namun tugas yang mulanya membangun kedekatan justru memunculkan karakter asli dari keduanya.

Kedua pria ini rupanya memiliki karakter yang sama-sama mengerikan karena saling menyudutkan posisinya satu sama lain.


4. Hereditary

Film bergenre horror lainnya yang bisa dijadikan sebagai tontonan uji mental adalah Hereditary. 

Dalam film ini,kamu akan menemukan kisah dari kehidupan sebuah keluarga yang diliputi banyak misteri.

Mereka adalah keluarha Graham yang kehidupannya diliputi oleh banyak misteri tak terduga.

Berbagai peristiwa aneh dialaminya mulai dari sikap Annie Graham yang depresif akibat ibunya.

Konflik semakin rumit saat seorang wanita bernama Joan memperkenalkan sebuah ritual pemanggilan arwah kepada Annie Graham.

Namun pikiran Annie langsung berubah setelah peristiwa aneh terjadi setelah ritual pemanggilan arwah dilakukan.

Hereditary menjadi film yang sukses menebar terror kepada penonton dari depan layar dengan beberapa adegan dan scoring yang menyeramkan.

Berbagai kejadian misterius disuguhkan dengan alur yang menegangkan sekaligus mencekam, yang menimpa keluarga Graham.


5. Midsommar

Siapapun yang menonton film Midsommar pasti akan merasakan sensasi mual yang teramat sangat.

Dampaknya bahkan menimbulkan efek psikologis pada penonton setelah menyaksikannya.

Tak sedikit adegan yang menampilkan tubuh yang hancur, perilaku seks yang dianggap menjijikan hingga visualisasi yang mengerikan.

Semua itu ditampilkan seolah nyata sehingga bagaikan mimpi buruk bagi siapa saja yang melihatnya.

Midsommar menjadi film horror yang menceritakan musim panas yang seharusnya menyenangkan, berubah menjadi suasana mencekam nan mengerikan.

Film ini menceritakan kisah perjalanan sepasang kekasih bersama rekannya ke sebuah daerah terpencil yang ada di daratan utara Eropa.

Mereka datang ke daerah bernama Halsingland di Swedia dengan maksud menghabiskan musim panasnya, dengan melihat sebuah festival yang disebut dengan ‘Midsommar’.

Liburan yang mulanya tampak normal dan menyenangkan itu seketika berubah menjadi hari-hari yang mencekam.

Banyak peristiwa aneh dan mengerikan yang tak pernah mereka duga sebelumnya di tempat itu.



Itulah rekomendasi film-film yang mengangkat genre horror sekaligus thriller yang dapat menguji mental siapa saja yang menontonnya. 

Namun penting diingat bahwa setiap adegan yang ada dalam film-film tersebut tidak dianjurkan untuk dilakukan dikehidupan nyata. (*)

Jumat, 02 Juni 2023

Fakta-fakta tentang film "The Little Mermaid" yang lagi populer

 


Mungkin sebuah sinopsis pada awal tulisan tidak terlalu perlu untuk dijelaskan. Siapa yang tak kenal kisah salah satu karakter legendaris terbaik Disney ini?

Tapi biarkan penulis jelaskan kembali secara singkat, sebelum masuk pada bagian ulasan versi live-action-nya.

The Little Mermaid” adalah sebuah film animasi fantasi musikal klasik yang diproduksi oleh Walt Disney dan dirilis secara perdana pada tahun 1989. Kisahnya diangkat dari dongeng Denmark tahun 1837 karya Hans Christian Andersen.

Mengisahkan tentang Ariel, putri bungsu penguasa lautan, R?aja Triton. Putri duyung remaja ini merupakan sosok dengan karakter yang sedikit berbeda dari keenam saudara perempuannya, penuh rasa penasaran, ekspresif, naif, dan sedikit keras kepala, tidak, lebih tepatnya, sangat keras kepala.

Ariel memiliki ketertarikan kuat dengan dunia manusia juga kehidupan di daratan. Ia ingin berjalan, hingga menari dengan sepasang kaki. Hingga suatu hari ia jatuh cinta dengan seorang pangeran bernama Eric, yang pertama kali dilihatnya sedang berlayar.

Namun, obsesi Ariel membuat sang ayah murka, karena hubungan manusia dengan makhluk laut yang tidak harmonis sejak lama. Perpecahan hubungan ayah dan anak perempuan ini membuat Ariel terjebak dan terikat pada sebuah janji dengan penyihir laut licik, Ursula.

Masalah timbul dengan berbagai upaya agar Ariel dapat lepas dari kutukan Ursula dan dapat menjadi manusia seutuhnya.

“Wouldn't I love, love to explore that shore up above? Out of the sea, wish I could be part of that world,” harap Ariel pada lantunan ikoniknya “Part of Your World”.



Kisah asli

Film berdurasi 135 menit ini masih menjaga alur dan jalan cerita asli dari versi animasi klasiknya. Ini menjadi nilai positif bagi sebuah film live-action dongeng legendaris, dan tentu sesuai dengan harapan para penggemar “The Little Mermaid”. Alur cerita asli yang tetap dipertahankan tentu berhasil membuat penonton teringat kembali akan dongeng semasa kecil, Ariel si putri duyung.

Alur cerita dalam beberapa film versi live-action kerap ditambah atau bahkan diubah dari versi aslinya. Ini cukup berisiko terhadap tanggapan dan kepuasan penonton. Contoh saja versi live-action “Mulan” (2020) yang menjadi sangat buruk. Beruntung, ini tidak terjadi di “The Little Mermaid”.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada perbedaan sama sekali pada versi live-action ini. Ada beberapa detail yang sedikit berbeda, dan terdapat beberapa adegan dihilangkan dan dimodifikasi, yang akan penulis bahas di ulasan lebih lanjut.


Mengena dan mendalam

Makna dari kisah “The Little Mermaid” kali ini terasa lebih mengena dan mendalam, entah karena memang diperankan dengan tampilan live-action, atau memang penggemar film klasik ini yang sudah bukan lagi anak-anak.

Namun selama menyaksikan film ini, tak terasa sesak dan air mata menetes beberapa kali pada adegan-adegannya, terutama hubungan antara seorang ayah (Raja Triton) dan putrinya (Ariel) yang begitu menonjol di versi live-action ini.

Banyak orang yang menganggap kisah cinta Ariel dan Pangeran Eric sebagai biang permasalahan di “The Little Mermaid”, namun bukan hanya soal itu. Film ini juga lebih “terasa” soal mengejar impian dan tujuan hidup Ariel yang “berbeda” dari kelompoknya, kebetulan dia kemudian jatuh cinta dengan Eric.

Selain itu, seperti yang telah penulis sebutkan, bentuk cinta seorang ayah, juga pengorbanannya, yakni Raja Triton, sangat mengiris hati di film ini.


“Chemistry” Ariel dan Eric

Layaknya pada kehidupan nyata, perasaan cinta tumbuh secara perlahan dan alami, begitu juga kisah Ariel dan Pangeran Eric di film ini. Cara Eric jatuh cinta dengan Ariel dimodifikasi menjadi lebih alami dan berproses. Ya, meski tetap hanya dalam hitungan hari.

Tidak seperti versi animasi klasik aslinya, di mana Eric jatuh cinta dengan Ariel "terkesan" sebagian besar karena paras cantiknya, di versi live-action, percakapan keduanya menjadi lebih kompleks dan masuk akal. Tidak heran, durasi film ini 52 menit lebih panjang dari versi aslinya.

Hal ini tergambar utamanya pada adegan cara Eric mengetahui nama Ariel, si gadis yang dikutuk menjadi bisu. Usahanya terlihat lebih masuk akal, tidak seperti versi animasinya yang hanya menebak-nebak kemudian dibisiki Sebastian, kepiting pendamping Ariel dan tangan kanan Raja Tritan.

Beberapa adegan baru ditambahkan, seperti percakapan Ariel dan Eric di ruang kerja, yang Eric katakan tidak banyak orang masuk ke ruang personalnya itu, membahas tentang kegemaran Eric berkeliling dunia dan mengoleksi barang-barang antik. Siapa sangka, keduanya memiliki kesamaan hobi dan sifat. Romantis bukan?


Visual dan grafis

Secara hiburan mata, “The Little Mermaid” live-action ini sangat memuaskan dan menghibur. Mengingat ini versi nyata dan realistis, kemegahan luasnya lautan membuat bulu kuduk merinding dan memberi kesan tersendiri, tidak seperti versi animasi klasik dua dimensi dengan lautan yang datar.

Keindahan alam bawah lautnya juga sangat menarik dan indah di sini, dihiasi dengan kawan-kawan Ariel, yakni ragam hewan dan tumbuhan laut yang penuh warna juga menyala. Acungan jempol untuk segi visualnya.

Namun ada sedikit catatan pada beberapa adegan di laut yang begitu gelap, ditambah rambut dan kulit Ariel yang gelap, juga Ursula dengan tubuh berwarna hitam. Beberapa contohnya saat Ariel dan Flounder dikejar hiu dan Ursula saat berubah menjadi monster besar.

Sepertinya ada kekurangan dari segi pencahayaan atau penyuntingan edit, mengingat tidak semua adegan terlihat gelap.

Berbicara soal grafis atau computer graphics (CG), Disney tidak perlu diragukan lagi dengan pengalamannya di film-film seperti ini, contoh saja Avatar. Tidak ada masalah mengenai kualitasnya.

Namun, penulis sependapat dengan banyak penggemar, tentu ini soal CG dari Flounder dan Sebastian. Cukup menyedihkan, mengingat Flounder versi animasi klasik yang berisi dan begitu menggemaskan, serta Sebastian dengan wajah dan bibir ikoniknya, berubah menjadi sangat nyata. Bukan Ariel, apakah mereka yang sebenarnya dikutuk?

Namun lagi-lagi ini sulit didebatkan, karena, kita tahu ini versi “hidup” atau live-action, namun, ini juga film fantasi bukan? Sedikit modifikasi pada karakter-karakter hewan utama tidak menjadi begitu nyata, mungkin akan lebih baik dalam penyampaian ekspresi.

Sepertinya Disney belum kapok dengan komentar negatif pada film live-action lainnya, “The Lion King” (2019).


Musik dan lantunan

Terima kasih dan sebagian besar berkat pemeran utama Halle Bailey (Ariel), musikal mewah bertahan dengan baik di bawah beban ekspektasi penggemar yang ia pikul. Halle mampu mempertahankan esensi asli dari lagu-lagu yang dibawakan Ariel, sambil memperbarui aspek-aspek yang kurang pada versi sebelumnya.

Lantunan suara emas Halle berhasil menunggangi gelombang nostalgia yang hangat, dan ini tidak mampu dibantah. Dia lebih dari berhasil.

Bahkan pada lagu paling ikonik “Part of Your World”, Halle menuangkan emosi dan ekspresi hati Ariel yang sesungguhnya, membuat penonton merinding, tak sedikit juga yang menangis haru.

Ada satu hal yang paling ingin penulis bahas di sini, Ursula. Salah satu karakter antagonis (villain) ciptaan Disney yang paling ikonik selain Cruella De Vil. Beban ekspektasi penggemar tentu sangat besar di sini, namun Melissa McCarthy berhasil membuat tercengang. Bukan hanya aktingnya, namun suaranya.

Ia tidak hanya berdialog, namun dia juga benar-benar melantunkan nyanyian Ursula sendiri. Karakter suara Ursula yang kuat, berat, dan serak, berhasil dia bawakan dengan lagunya “Poor Unfortunate Souls”, sangat mirip dengan suara Pat Carroll untuk Ursula versi asli.

Tim kreatif “The Little Mermaid” jelas memahami konsep yang diharapkan penonton, selain pemain yang bernyanyi dengan sangat baik, orkestra dan aransemen yang megah menambah keberhasilan film musikal ini.

Karakter dan akting

Seluruh pemain, termasuk pengisi suara karakter dalam “The Little Mermaid” ini, melakukan pekerjaanya dengan sangat baik dan hampir tidak ada celah dalam segi akting, terutama untuk peran Ariel dan Ursula.

Dimulai dari Halle, ia berhasil memerankan Ariel, salah satu karakter Disney Princess yang paling dicintai banyak orang, meski di tengah perdebatan hebat mengenai warna kulit dan rambutnya. Dengan kemampuannya berakting di depan kamera mampu memaafkan “pilihan berbeda” Disney.

Pada beberapa adegan, Halle kurang memainkan dan menonjolkan karakter Ariel yang ekspresif, dan sedikit centil ketika dihadapkan dengan Eric. Namun, pendapat orang bisa saja berbeda. Ekspresi hancur, marah dan tangisan pada adegan pertengkarannya dengan sang ayah juga kurang terlihat di sini. Namun bukan berarti dia buruk.

Melissa McCarthy terbukti menjadi pilihan yang tepat untuk Ursula. Ia berhasil memerankan karakter villain yang sangat gelap, manipulatif, licik, namun memiliki selera humor yang tinggi. Mungkin ini juga karena McCarthy adalah komedian yang andal.

Namun sedikit catatan untuk tim kostum dan penata rias, bahwa baju lengan panjang, tatanan rambut dan riasan Ursula terkesan terlalu rapi, seakan siap untuk naik ke atas panggung kabaret.


Beberapa hal berbeda 


1. Cacing laut kurang dijelaskan

Ada beberapa detail yang berbeda dari film versi live-action ini. Pertama, makhluk semacam cacing laut yang merupakan bentuk dari para putri duyung yang dikutuk oleh Ursula itu kini berbeda bentuk dan kurang dijelaskan.

Cacing tersebut kini berbentuk seperti tumbuhan laut. Pada versi asli, Ursula menjelaskan dengan jelas tentang makhluk tersebut melalui visualisasi di tempat mencampur ramuannya sambil menyanyikan “Poor Unfortunate Souls”. Namun cukup disayangkan, ini tidak ditampilkan pada versi live-action, mengurangi kesan kejam penyihir jahat itu.


2. Scuttle

Pengisi suara seekor burung teman Ariel, Scuttle, yang sebelumnya disuarakan oleh laki-laki, Buddy Hackett, kini disuarakan oleh seorang komedian perempuan, Awkwafina.

Suara Awkwafina yang sedikit serak menjadi lebih berkarakter dan segar. Ia juga berhasil membawakan karakter Scuttle yang lucu dan menuai tawa pada film ini.


3. Pangeran Eric bernyanyi

Tidak seperti versi animasi klasiknya, di film ini, Eric, yang diperankan Jonah Hauer-King memiliki sesinya sendiri untuk melantunkan perasaannya yang gundah dalam lagu “Wild Uncharted Waters”.


4. Tidak ada kerang

Pada awal-awal film versi animasi originalnya, kakak-kakak Ariel pertama muncul dalam tempat tidurnya yakni kerang raksasa, namun adegan ini diganti menjadi tempat duduk pertemuan keluarga.


Ariel di versi live-action juga tidak mengenakan bra ikonik dari kerang, melainkan melekat seperti siripnya. Namun ini termaafkan karena sirip Ariel yang sangat indah, tidak hanya berwarna hijau polos, melainkan ada sentuhan warna merah jambu, ungu, dan biru.


5. Enam kakak Ariel berbeda ras dan nama

Dalam versi kartun animasi original, seluruh nama saudara perempuan Ariel dimulai dengan huruf "A", yakni Attina, Alana, Adella, Aquata, Arista, dan Andrina. Dalam versi live-action, hanya Ariel yang memiliki awalan "A". Nama mereka diganti, namun tidak kalah cantik, yakni Mala, Indira, Caspia, Tamika, Perla, dan Karina.

Enam kakak kandung Ariel juga tampil dengan paras dan wana kulit yang berbeda, dengan maksud kampanye kemanusiaan juga sebagai pemimpin di berbagai belahan lautan dunia. Hal itu masih dapat diterima, meski sedikit membingungkan, mengingat ibu kandung mereka hanya satu dan berkulit putih seperti Triton, yakni Ratu Athena.


6. Tidak ada kerajaan laut megah

Kerajaan indah nan megah bawah laut, tempat Ariel, Raja Tritan, dan putri duyung lainnya tinggal tidak digambarkan di sini, hanya tumpukan karang yang tinggi.


7. Dua belut Ursula tidak mendapat dialog

Kedua belut listrik peliharaan yang juga kaki tangan Ursula, Flotsam, dan Jetsam, sayangnya tidak mendapatkan percakapan di sini, di mana pada versi asli, mereka sangat licik dan sering meledek Sebastian dan Flounder sambil tertawa terkekeh-kekeh.


8. Ada “cameo” pengisi suara asli Ariel

Jodi Benson, pengisi suara Ariel pada versi originalnya tampil pada versi live-action sebagai cameo, salah satu pedagang pasar yang berinteraksi dengan Ariel. Ini sangat menarik dan sebagai penghormatan kepadanya.


9. "Ending" sama namun berbeda

Pada versi asli, adegan terakhir dari “The Little Mermaid” adalah sebuah pernikahan Ariel dan Pangeran Eric dengan gaun putih, di versi baru, adegan ini sedikit dimodifikasi. Perpecahan akhir Ariel dengan Ursula terjadi bukan pada upacara pernikahan, namun lamaran. Ending versi live-action tetap sama dengan akhiran yang bahagia, namun di lain sisi juga sedih, membuat air mata mengucur deras.


Kesimpulan

Film “The Little Mermaid” live-action merupakan film yang menakjubkan, menghibur, dan sangat sayang bila dilewatkan, apa lagi menyaksikannya di layar lebar dengan visual yang luar biasa. Film ini bernilai 7.5/8.

Komentar-komentar negatif sebelumnya seakan terbungkam dengan hasil yang begitu apik, baik dari para kru maupun pemain, terutama suara Halle Bailey yang menakjubkan. Film ini telah tayang dan dapat disaksikan di bioskop Tanah Air mulai 24 Mei 2023.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: "The Little Mermaid" bawa nostalgia dengan visual dan musik yang apik

Kamis, 01 Juni 2023

3 Rekomendasi Film tentang Manusia dan Hewan, Bisa Ditonton Bareng Keluarga

 


Hubungan manusia dan hewan adalah wujud kecintaan yang alami, sejumlah sutradara menyuguhkan film dengan karakter manusia dan hewan. 

Berikut ini adalah 3 rekomendasi film tentang manusia dan hewan yang akan membuatmu terharu. 


1. 101 Dalmatians (1996)




101 Dalmatians merupakan film yang diadaptasi dari animasi Disney dengan melibatkan sangat banyak anjing pada filmnya, film ini mengisahkan tentang Anita yang merupakan seorang perancang busana dan Roger, yaitu penulis game komputer. 

Mereka berdua pergi ke Cruella De Vil untuk mengambil anak anjing dalmatian dan hendak memakai bulu anjing untuk dibuatkan mantel. Film ini sangat cocok ditonton oleh anak-anak, maka kamu dapat menyaksikan film yang penuh makna ini dengan keluargamu.

Film yang digarap oleh Stephen Herek ini tayang pada 27 November 1996 dan diperankan oleh Jeff Daniels, Glenn Close, Joan Plowright, dan Joely Richardson.


2. Hachi: A Dog’s Tale (2009)




Film ini diadaptasi dari kisah nyata anjing asal Jepang yang bernama Hachiko, versi Amerika dengan judul Hachi: A Dog's Tale ini menunjukkan Richard Gere, yaitu aktor Hollywood ternama berperan menjadi profesor yang mendapati seekor anjing tidak terawat dan mengambilnya pulang. 

Saat keduanya mempunyai ikatan, sesuatu terjadi yang membuat anjing menanti pria tersebut kembali. Penonton dibuat berlinang air mata ketika menyaksikan film ini lantaran ending-nya memberikan dampak yang sangat indah dan menyayat hati. Film yang disutradarai oleh Lasse Hallstrom ini tayang 13 Juni 2009 lalu dan dibintangi Joan Allen, Richard Gere, Erick Avari, Jason Alexander, dan Sarah Roemer.


3. Marley & Me (2008)




Marley & Me adalah film yang diadaptasi dari kisah nyata John Grogan, yaitu seorang jurnalis dan Marley, seekor anjing yang menjadi sahabat terbaiknya. Keduanya menjadikan contoh bahwa persahabatan dapat terjalin dari berbagai bentuk, film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga lantaran berisi pesan yang mendalam. 

Film yang disutradarai David Frankel ini tayang 25 Desember 2008 lalu dan diperankan oleh Jennifer Aniston, Owen Wilson, Alan Arkin, dan Eric Dane. Itulah 3 rekomendasi film tentang manusia dan hewan, sederet film tersebut memperlihatkan bahwa persahabatan antara manusia dan hewan bisa terjalin dengan baik.


Editor : qiuslot88.com 

Review Evil Dead Rise

  Ulasan Evil Dead Rise: Kengerian Itu Telah Kembali  Franchise Evil Dead   selalu menghadirkan pengalaman yang menjanjikan di setiap filmny...